Jumat, 06 Juli 2012

Tes Minat Bakat: Perlu gak sih??

"Aku suka seni .. eh tapi aku juga suka teknik ... eh tapi matematik dan statistik juga menyenangkan kok .. hmmm tapi jadi dokter itu enak juga yah .. eh tapi aku jago gambar apa jadi arsitek aja yah?? Eh gak jadi deh mau usaha sendiri aja lah .. tapiiii .. cocok gak ya?"

Pernah mengalami kebingungan untuk pilih jurusan atau pekerjaan yang cocok buat kamu? Kebanyakan orang pasti mengalami proses dimana mereka dihadapkan oleh pilihan-pilihan yang harus mereka pilih untuk kelangsungan hidup mereka. Salah satu pilihan hidup yang harus kita jalani adalah pekerjaan.

Bagaimana sih sebaiknya bila kita ingin memilih pekerjaan yang cocok dengan kita? Kalau gak cocok gimana? Bisa bosen gak sih sama kerjaan kita nantinya?
Berikut tulisan yang bisa membantu Anda untuk memahami kepentingan tes minat & bakat



Setiap orang memiliki kemampuan serta potensi yang unik dan berbeda-beda. Kedua hal tersebut  merupakan beberapa faktor penting yang dapat membantu kita dalam mencapai tujuan dan keberhasilan dalam kehidupan. Namun ada kalanya kita sendiri bingung apa yang sebenarnya menjadi potensi dan kemampuan kita yang lebih menonjol? Hal ini dapat diatasi dengan melakukan tes Minat & Bakat, sebagai salah satu cara untuk menampilkan profil psikologis yang akan menggali minat dan bakat individu secara umum. Tes ini bukanlah untuk menjawab letak kesalahan Anda, karena sesungguhnya tidak ada orang yang salah. 

Semua orang adalah orang yang tepat (the right person), termasuk Anda. Hanya saja, banyak orang-orang yang berada di tempat yang salah karena minimnya pengetahuan mengenai diri mereka sendiri. Hal inilah yang menjadi penyebab terhambatnya potensi dan kemampuan seseorang dalam mengembangkan diri dan berkreasi karena banyak hal di sekitarnya yang kurang sesuai dengan dirinya. 

"Tes Minat dan Bakat berfungsi untuk meminimalisasi kesalahan penempatan seseorang dengan menggali potensi-potensi di dalam dirinya sehingga dapat mengarahkan dirinya ke tempat yang sesuai dengan minat serta kemampuannya"
Jadi, tes minat bakat itu menjadi penting terutama ketika Anda belum mengetahui kesukaan, hobi, keinginan bahkan cita-cita yang ingin dicapai. Bagi orang-orang yang sudah mengetahui bidang pekerjaan apa yang diinginkannya, tes minat bakat bisa menjadi dasar penegasan atau mungkin bisa menemukan hal-hal yang selama ini belum diketahui namun telah menjadi minatnya. 

Hasil tes minat dan bakat tidak seharusnya terlalu spesifik, dan idealnya dari hasil tes minat bakat Anda bisa mengetahui bidang minat (medis, estetika, seni), bukan nama pekerjaannya (dokter, arsitek, penyanyi). Karena jenis pekerjaan yang akan dipilih sebaiknya diberikan kepada individu itu sendiri untuk memilih jenis pekerjaan sesuai dengan hasil tes. Sukses atau tidaknya seseorang dalam pekerjaannya, juga dipengaruhi oleh bagaimana perasaan Ia dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Pada awalnya mungkin faktor finansial dan tuntutan lingkungan (keinginan orangtua) menjadi pertimbangan yang paling umum ditemui dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan pekerjaan. Namun, semakin bertambah usia, biasanya seseorang semakin ingin melakukan pekerjaan yang Ia minati. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab seseorang merasa tidak cocok di dalam pekerjaan yang dilakukannya sekarang atau merasa salah jurusan.

Apabila sudah terjadi, keputusannya ada di tangan Anda untuk merubah kondisi dengan mencari pekerjaan yang baru sesuai dengan keinginan Anda dan menerima segala resikonya, atau menjalani pekerjaan yang sama dan juga menerima konsekuensi yang datang dengan kondisi tersebut. Tidak ada pilihan yang benar atau salah, setiap orang mempunyai alasan untuk menjalankan kehidupannya dan pilihan-pilihan yang dilakukan pasti akan disesuaikan dengan potensi masing-masing individu.

Perlu diingat bahwa: setiap liku kehidupan selalu diwarnai dengan pilihan-pilihan yang terkadang tidak mudah bagi kita. Namun, diharapkan apapun keputusan yang diambil dalam hidup, bisa mendekatkan langkah kita ke dalam kehidupan yang lebih positif dan bahagia.

Semoga bermanfaat
Reynitta Poerwito, Bach of Psych, M. Psi.


5 komentar:

Kukuh Nova Putra mengatakan...

Kebetulan saya kuliah di jurusan Teknik Informatika dan ada 2 konsentrasi yg saya suka, tetapi saya sangat bingung mana yang harus saya pilih.
Mungkin ada solusi buat saya
Terima kasih :D

Staff Web Konseling mengatakan...

Kalau bingung sedikit, bisa dibuat catatan perbandingan kedua bagian tersebut sehingga kamu bisa menuliskan positif negatifnya dan membandingkan mana yang bisa kamu toleransi resikonya. Namun kalau memang bingung sekali dan tidak tahu harus berbuat apa, bisa mengikuti tes minat bakat untuk lebih yakin pilihan mana yang paling tepat untuk kamu.

Siti Robiatul Adawiyah mengatakan...

Saya pernah mencoba beberapa tes semisal tes bakat (8 kecerdasan) serta tes kepribadian. Tiga urutan tertinggi dlam tes bakat yg saya pernah coba adalah bhwa sy menonjol dlam kemampuan logika-matematika, intrapersonal dan bahasa. kemudian untuk tes kepribadian saya termasuk tipe orang yg bertemperamen melankolis serta introvert. Namun, setelah mengetahui hasil tes-tes tersebut saya malah bingung bagaimana saya memnfaatkan hal yg sy tahu tentang diri saya tersebut untuk misalnya memilih pekerjaan apa yg coock dan saya sukai. karena saya tidak ingin menjalani pekerjaan hanya karena alasan kebutuhan finansial semata. Saya menginginkan pekerjaan yang bisa saya nikmati sehingga saat berangkat kerja tidak seperti saya sedang meneyeret kaki saya ke suatu tempat yang serasa seperti neraka,,,, hahahaha.... (maaf kalo kata2nya sedikit lebay)

khadijah alkaff mengatakan...

cara test nya gmn ya?

Anonim mengatakan...

search di google: multiple intelligence test and career